Mot's...!!!

Yaa Allaahh... Kita sering nampak derita hari ini, tapi kita jarang ingat kebahagiaan untuk esok hari. jadi, belajar lah untuk menghargai apa yg kita miliki hari ini, kerana kita takkan dapat mencapai penghargaan untuk esoknya jika semuanya telah tiada... Dalam hidup, seringkali kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahawa apa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis. Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, kerana kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

mercredi 17 octobre 2007

Kisah dibalik Taj Mahal


Tahun 1580 di Negara India terdapat dua wilayah kerajaan besar yang berbeda ke percayaan dan sangat berpengaruh. Dua Kerajaan itu adalah Kerajaan Moghul yang dipimpin oleh Raja Sultan Akbar yang meyakini Islam teguh dan Kerajaan Pusthun yang dipimpin oleh Raja Aurang Zet berkeyakinan Atheis. Tanpa disadari dua kerajaan yang saling bermusuhan itu mendapat kebahagiaan, karena sang permaisuri mengandung secara bersamaan.

Aurang Zet : Aku senang sekali mendapat berita peramaisuriku, aku yakin putra kita

akan menjadi panglima perang yang gagah dan pemberani ha … ha … ha

Permaisuri : Tapi Raja saya punya firasat kalau anak kita nanti adalah perempuan.

A.Zet : Apa katamu !! aku tidak mau melihat anak gadis di istana ini. Perempuan

tak akan membuat istanaku maju, siapa yang akan menggantikanku nanti

kalau anakku perempuan.

Permaisuri : Tapi Raja ….

Aurang Zet : Cukup !!! lebih baik ku bunuh anak itu hidup-hidup kalau dia benar

-benar anak perempuan.

Mendengar ancaman Raja permaisuri pun menjadi bingung, akhirnya dia pun membuat sebuah rencana

Permaisuri : Dayang, kau tahu Raja sangat mengharapkan seorang putra mahkota, tapi

aku jadi khawatir bayi ini lahir perempuan. Aku pesan kepadamu, kalau

bayiku ini lahir perempuan bawalah dia segera keluar dari istana ini dan

tukarlah bayi ini dengan bayi laki-laki.

Yamuna : Tapi permaisuri …

Permaisuri : Selamatkanlah bayi yang tak berdosa ini Yamuna, aku yakin kau bisa.

Semblian bulan kemudian permaisuri Aurang Zet melahirkan seorang putri yang cantik jelita, pada saat yang bersamaan permaisuri Kerajaan Moghul pun melahirkan seorang putra yang tampan dan gagah. Sesuai dengan rencana, Yamuna pun membawa bayi perempuan itu keluar wilayah istana. Karena bingung akhirnya Yamuna membawa bayi itu ke saudaranya di Kerajaan Moghul.

( tok … tok … tok )

Yumuna : Farah … bukakan pintunya ( pintu dibuka )

Farah : Astaghfirullah …. Yamuna bagaimanakah kau bisa ke sini, lalu siapa

bayi ini ??

Yamuna pun menceritakan masalahnya kepada Farah dengan tergesa-gesa.

Farah : Kau tahu Yamuna barusan permaisuri melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan dan gagah dan belum seorangpun mengetahuinya tapi …

Yamuna : Farah tolonglah aku, lihatlah bayi mungil ini, dia berhak mendapatkan

kebahagiaan Farah. Dia tidak memiliki dosa.

Farah : Tapi aku takut Yamuna.

Ymn : Yakinlah Farah hal ini akan menjadi rahasia kita.

Akhirnya Farah pun menyetujui hal tersebut. Dengan hati-hati dia menukarkan bayi itu dengan bayi perempuan yang dibawa Yamuna. Dan Yamuna pun tidak memberi tahu permaisuri Aurang Zet bahwa bayi laki-laki itu adalah putra Sultan Akbar

Sultan Akbar : Farah. Mana putraku apakah dia seorang laki-laki.

Farah : Dia … dia perempuan baginda.

Farah memberikan bayi dalam gendongannya kepada Sultan Akbar.

Sultan Akbar : Lihatlah permaisuriku putri kita cantik sekali.

Permaisuri : Alhamdlillah Raja … putri kita lahir dengan selamat.

Singkat cerita ….

Dua puluh tahun kemudian, dua bayi tersebut telah menjadi dua remaja yang cantik dan tampan. Dua kerajaan itu selalu terisi dengan kebahagiaan.

Syeih Jehan : Ayahanda … aku ingin meminta izin untuk berburu di hutan Agra. Aku

janji setelah berburu nanti aku akan segera kembali.

Permaisuri : Tidak putraku wilayah itu sangat berbahaya. Kau tahu wilayah itu

berbatasan langsung dengan Kerajaan Moghul.

Aurang Zet : Biarlah dia pergi permaisuriku aku yakin putra kita yang tangguh ini

mampu melindungi dirinya.

Syeih Jehan : Syeih Jehan janji akan menjadi orang yang terbaik untuk ayah dan

bundaku.

Aurang Zet : Pergilah putraku dan ingat hati-hatilah di tempat yang asing. Ayah yakin

dengan kemampuanmu.

Syeih Jehan : Terima kasih ayah. Ayah, bunda aku berangkat dulu.

Dan Syeih Jehan pun berangkat sendiri ke hutan Agra. Tapi setelah beberapa hari bekal yang dibawanya telah habis, sedang satupun hewan buruan tidak didapatnya. Akhirnya dia pingsan karena kelaparan.

Pengawal I : Sahabatku lihat sepertinya di sana ada orang .

Pengawal II : Iya aku melihatnya, mari kita ke sana.

Pengawal I : Astaghfirullah … dia pingsan kelihatannya dia seorang pemburu.

Pengawal II : Mari kita bawa dia ke Istana Moghul untuk menghadap Raja.

Dua pengawal itu pun membawanya ke hadapan Sultan Akbar, untuk mendapatkan perawatan. Saat Syeih Jehan sadar ia sangat terkjut karena di hadapannya ada seorang gadis cantik berakaian tertutup.

Taj Mahal : Alhamdulillah kau sudah sadar rupanya.

Syeih Jehan : Dimana … dimana aku?

Taj Mahal : Tenanglah kau aman di Kerajaan Moghul.

Syeih Jehan : Ap … apa,Kerajaan Moghul ?

Sultan Akbar dan permaisuri datang )

Sultan Akbar : Alhamdulillah … kau sudah sadar rupanya nak, jangan takut kau amana

di wilayah kami.

Permaisuri : iya. Dan jangan sunkan selama berada di sini, kalau boleh kami tahu

siapa namamu nak … ?

Syeih Jehan pun sadar bahwa dirinya berada di wilayah musuh, maka ia pun menyembunyikan identitasnya.

Syeih Jehan : Namaku Rasyid Pasha.

Taj Mahal : Mum. Taj Mahal

Syeih Jehan : Terima kasih kau telah merawatku.

Taj Mahal : Tidak apa, itu sudah menjadi kewajiban kami sebagai tuan rumah.

Hari demi hari Rasyid Pasha pun menjadi betah tinggal di Kerajaan Moghul, yang terasa lebih damai dan tenang dari pada kerajaannya sendiri. Diam-diam ia memiliki niat untuk menyerang Kerajaan Moghul secara perlahan dengan cara mencari informasi dari Mum Taj Mahal.

Mum Taj Mahal baru selesai membaca mushafnya, Rasyid Pasha menghampirinya dari belakang.

Rasyid Pasha : Ehem … apakah aku mengganggumu putri ?

Taj Mahal : ( Menoleh ke belakang ) Subhanallah …, aku pikir siapa, mengapa kau

tidak mengucap salam dahulu akhi Pasha ?

Rasyid Pasha : Maaf putri aku tidak tahu adat di sini, aku bukan seorang muslim.

Taj Mahal : Astagfirullah … maafkan aku akhi aku lupa dan tolong jangan panggil

aku dengan sebutan Putri.

Rasyid Pasha : Baiklah, Em … bolehkah aku tanya sesuatu Mum Taj Mahal ?

Taj Mahal : Tentu akhi selama aku bisa menjawab,Insya Allah aku akan menjawab

dengan jujur.

Rasyid Pasha : Mengapa setiap orang yang aku temui disini selalu berpakaian sepertimu

dan setiap hari aku selalu mendenganr ayat-ayat aneh yang dilantunkan,

belum lagi gerakan aneh yang semua orang lakukan 5 kali sehari.

Taj Mahal : ( tersenyum kecil ) aku paham maksudmu, mungkin kau tak akan

mengerti yang jelas itu adalah wujud dari rasa cinta kami kepada Allah

SWT yang telah menciptakan seluruh alam beserta isinya.

Rasyid Pasha : Termasuk aku ?

Taj Mahal : Tentu akhi, tak ada seorang pun di dunia ini ada secara tiba-tiba bisa

muncul dengan sendirinya.

Rasyid Pasha : Lalu bagaimana kau begitu percaya dengan ku, sedangkan aku seorang

asing yang tidak memiliki keyakinan sama denganmu.

Taj Mahal : Akhi Pasha, Rasulullah SAW telah menyuruh kami agar berbuat baik

kepada siapa saja dan kapan saja dan termasuk memeuliakan tamu.

Baginda Rasul saja tidak pernah membedakan keyakinan atau pribadi

tamunya. Bagaimana kita yang orang biasa ini berhak memilih-milih

tamu.

Rasyid Pasha : Aku kagum dengan cara berpikirmu Mum Taj Mahal, aku juga sering

mendengar Sultan Akbar berkata bahwa kita dihadapan Allah

sama, hanya amal yang membedakan kita.

Taj Mahal : Itulah yang ada dalam Al-Qur’an. Kau tahu semua yang akan terjadi dan

telah terjadi telah tercantum di mushaf suci ini akhi.

Rasyid Pasha : Jujur, jiwaku terasa tenang mendengarnya. Eh … Oya, Mum Taj Mahal

aku dengar Kerajaan ini bermusuhan dengan Kerajaan Pusthun boleh aku

tahu kenapa ?

Taj Mahal : Itulah akhi, aku sedih karena Kerajaan itu hanya mementingkan

kemewahan dan kemajuan istana saja. Apa Rajanya tahu bahwa banyak

rakyatnya yang kelaparan,tersiksa kemiskinan dan masih banyak lagi

yang membutuhkan pertolongan. Kalau Raja atau penerusnya itu di sini

pasti aku akan tanya apa guna kekayaaan itu kalau rakyatnya itu masih

menderita ? apa guna ilmu yang dimilikinya kalau rakyatnya masih

tersiksa.

Rasyid pun terkejut mendengar jawaban Mum Taj Mahal yang tak pernah ada di benaknya.

Rasyid Pasha : Kau sungguh wanita mulia Mum Taj Mahal,aku tak pernah berpikir akan

hal yang sepenting itu. Selama ini aku hanya memikirkan diriku sendiri.

Pantas jika orang memanggilmu Mum Taj Mahal.

Hari-hari berikutnya Rasyid pun jadi selalu berpikir tentang ucapan Mum Taj Mahal. Sedikit demi sedikit ia mulai menemukan kebenaran itu dan akhirnya ia pun menemukan sebuah keputusan.

Rasyid Pasha : Sultan saya ingin masuk Islam

Sultan Akbar : Apa yang kau katakan Rasyid Pasha ?

Rasyid Pasha : Benar Sultan saya ingin menjadi seorang muslim.

Permaisuri : Alhamdulillah, akhirnya hidayah itu datang padamu anakku.

Akhirnya Rasyid Pasha menjadi seorang muslim yang taat. Hari demi hari dilaluinya dengan memperdalam ilmu agama kepada Mum Taj Mahal. Hingga akhirnya mereka berdua saling jatuh hati.

Rasyid Pasha : Sultan saya berniat untuk melamar putri Mum Taj Mahal, tapi

sebelumnya saya ingin mengakui jati diri saya yang sebenarnya.

Sultan Akbar : Apa maksudmu Rasyid Pasha ?

Dan mengalirlah cerita tentang jati diri Rasyid Pasha yang sebenarnya adalah Syeih Jehan. Seluruh penghuni Kerajaan pun terkejut dengna pengakuan itu.

Sultan Akbar : Apa … !! kau putra Kerajaan Pusthun ?? aku tidak menyangka kau telah

membohongi kami semua Syeih Jehan.

Rasyid Pasha : Terserah Sultan Akbar akan berbuat apa pada saya. Saya akan menerima

dengan ikhlas.

Sultan Akbar : Anakku kau sudah mendengar kenyataan tadi lalu bagaimana

pendapatmu putriku Mum Taj Mahal?

Taj Mahal : Ayahanda … ibu aku serahkan semuanya padamu aku ikhlas.

Permaisuri : Apa kau rela seandainya kami nikahkan kau dengan lelaki pilihan kami

Mum Taj Mahal.

Taj Mahal : Aku yakin ayah dan ibu akan memberikan terbaik untukku, jika memang

ada yang lebih baik dari dia aku pasti akan setuju. Aku yakin Allah telah

menentukan jodohku sebelum ayah dan ibu memutuskan.

Setelah berpikir panjang, akhirnya Sultan Akbar dan Permaisuri berpikir tidak ada yang lebih pantas dari Syeih Jehan, dan dengan lapang dada mereka menerima Syeih Jehan apa adanya.

Sultan Akbar : Putriku … setelah kami berpikir matang-matang kami tidak bisa

memberikan pilihan yang lebih baik dari Syeih Jehan. Tapi ayah dan ibu

memberi syarat, kalian harus meminta izin kepada kedua orang tua Syeih

Jehan.

Rasyid Pasha : Terima kasih Sultan kami berjanji akan menyatukan kedua Kerajaan ini

dengan Asma Allah.

Tanpa diketahui ternyata dayang Farah mendengarkan percakapan tersebut, karena rasa khawatir akhirnya memberitahukan kepada Mum Taj Mahal.

Farah : Putri …. Em saya ingin berbicara sesuatu yang sangat penting kepadamu.

Taj Mahal : Bicaralah dayang Farah sejak kecil kau telah merawatku tapi baru kali ini

aku melihatmu ragu-ragu untuk berbicara. Ada apa dayang Farah

bicaralah?

Dayang Farah menceritakan segala rahasia yang telah dikuburnya selama dua puluh tahun. Mum Taj Mahal sangat terkejut mengetahui jati dirinya dan Rasyid Pasha sebenarnya.

Taj Mahal : Mengapa kau baru bilang sekarang dayang Farah.

Farah : Saya tidak berani berkata sejujurnya pada Sultan dan Permaisuri, putrid

tolong berjanjilah untuk tidak mengatakan pada beliau berdua.

Taj Mahal : Baiklah, tapi sekarang semuanya sudah terlanjur, dayang aku tak

mungkin menggagalkan keputusan untuk menikah dengannya.

Farah : Justru mungkin itu adalah jalan dari Allah, agar putri bisa membawa

kedua orang tua kandung putri ke jalan Allah.

Satu minggu kemudian Mum Taj Mahal dan Rasyid Pasha pergi menuju Kerajaan Pusthun.

Permaisuri : Raja sudah satu tahun lebih anak kita pergi tapi sampai sekarang dia

belum kembali juga.

Aurang Zet : Aku juga bingung harus mencari ke mana lagi permaisuriku, entah siapa

yang akan meneruskan Kerajaan ini kelak.

Rasyid Pasha : Assalamu’alaikum ayah … bunda aku datang

Aurang Zet : Anakku benarkah ini engkau nak, tapi rasanya ada yang berbeda darimu.

Rasyid Pasha : Benar ayah lihatlah siapa seorang putri yang bersamaku ini.

Permaisuri : Kau cantik sekali nak … siapa namamu ?

Taj Mahal : Nama saya Arjuman Banu Begum … tapi saya sering dipanggil Mum Taj

Mahal, permaisuri.

Aurang Zet : Apa Mum Taj Mahal, bukankah …

Rasyid Pasha : Benar ayah, dia adalah istriku putri Kerajaan Moghul. Aku telah menjadi

seoranag muslim dan aku mengharap …

Aurang Zer : Cukup !!! ayah tak mau mendengar perkataanmu lagi sekarang kau pilih

dia atau Kerajaan ini ?

Permaisuri : Raja biarkan mereka….

Aurang Zet : Tidak permaisuri, aku sudah mengambil keputusan.

Taj Mahal : Raja saya mohon …

Aurang Zet : Tutup mulutmu ! aku tak mau dengar apapun dari mulutmu.

Rasyid Pasha : Sudahlah Mum Taj Mahal mari kita pergi.

Mereka pun kembali ke Kerajaan Moghul dengan membawa lupa. Tapi ternyara Raja Aurang Zet tidak berhenti sampai di situ, setelah mereka kembali dia menyusul dengan membawa dendam.

Aurang Zet : Permaisuriku kau tetaplah di sini aku akan buat perhitungan dengan

mereka.

Permaisuri : Raja kau jangan tindak gegabah.

Tapi perkataan itu tak didengar lagi oleh Raja Aurang Zet, ia telah pergi menuju Kerajaan Moghul. Mengetahui situasi yang terjadi Yamuna pun menceritakan semua kepada permaisuri dan dengan tergesa permaisuri menyusul ke Kerajaan Moghul.

Aurang Zet : Sultan Akbar keluar kau ! aku tak rela kau rebut putraku dengan cara

licik.

Sultan Akbar : Kau keliru Aurang Zet dia sendirilah yang datang sendiri padaku.

Aurang Zet : Diam kau …

Aurang Zet hendak menusuk Sultan Akbar tapi Sultan Akbar mengelak dan dari arah belakang Syeih jehan hendak menusuk Aurang Zet tapi Mum Taj Mahal menghalangi dan akhirnya dia tertusuk pedang Syeih Jehan.

Taj Mahal : Jangan … !

Perm.A.Zet : Tidak putriku …!!!

Aurang Zet : Permaisuriku apa yang kau lakukan ???

Permaisuri Aurang Zet menceritakan semuanya dan mereka semua terkejut mendengar perkataan permaisuri Aurang Zet.

Aurang Zet : Ohh ... tidak … , putriku maafkan ayahmu ini nak .

Taj Mahal : Berjanjilah ayah akan bersatu dengan Kerajaan Moghul dan memajukan

agama Islam

Rasyid Pasha : Tidak … bangunlah permaisuriku .

Akhirnya Mum Taj Mahal pun meninggal dunia. Untuk mengenang permaisurinya Rasyid Pasha membangun sebuah makam yang terindah di dunia dan diberi nama T A J M A H A L. yang artinya “ ISTANA PILIHAN”

Rasyid Pasha : Terima kasih kalian telah membangunkan istana baru untuk

permaisuriku,tapi aku minta maaf mungkin ini adalah kedzoliman

terakhir kali yang aku lakukan, aku tak mau ada yang menandingi istana

permaisuriku. Ustad Isa potong tangan mereka.

Tangan para arsitektur itupun di potong agar tidak ada yang menandingi keindahannya dan sampai saat ini TAJ MAHAL pun masih di kenang manusia seluruh dunia sebagai salah satu dari keajaiban dunia.

1 commentaire:

astidhe a dit…

baguzz,,
kren critanyee,,
asik lagi..
btw..ttg indonesia dunkzz..
kite hrs mencintai indo..tp mang bnr ni ngr bikin BT ajee..tp ttp cinta indoneszia..!!

Powered By Blogger