Mot's...!!!

Yaa Allaahh... Kita sering nampak derita hari ini, tapi kita jarang ingat kebahagiaan untuk esok hari. jadi, belajar lah untuk menghargai apa yg kita miliki hari ini, kerana kita takkan dapat mencapai penghargaan untuk esoknya jika semuanya telah tiada... Dalam hidup, seringkali kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahawa apa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis. Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, kerana kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

mercredi 31 octobre 2007

"Tamparan" Berbekas di HATI...part o2

"Tamparan" berbekas diHATI


Suatu hari, saat jam istirahat pertama, Joba menghampiri Rara yang duduk di sebelah Jo. Selamanya begitu memang, mereka sudah mempunyai pasangan duduk masing-masing.

“Ehm! Ke kantin yuk, Ra!” Joba menepuk pundak kanannya dengan lembut. Rara nggak ngerti maksud Joba mengajaknya makan tapi dia mengangguk setuju.
“Aku juga udah terlalu males duduk di sini,“ katanya. Jo hanya diam walau dari matanya tampak kilat tak suka. Aneh, kenapa kali ini dia ngerasa Rara telah direbut darinya, ya? Mereka meninggalkan Jo sendirian.

“Kurang ajar! Ini penghinaan!!” geramnya dalam hati. Segera dia berlari keluar kelas mencari teman genknya. Akan dia ceritakan apa yang baru saja

membuatnya hampir merobohkan gedung sekolah ini. Akan disusun siasat yang jitu untuk menjatuhkan Joba dan menenggelamkannya, selamanya.

“Wah, kalau gitu caranya kamu kalah, Jo!” sergah Reza, anggota genknya.
“Bener Jo. Mending cari cara lain aja!” yang lain mengiyakan.
“Terus, aku harus bagaimana?” ujar Jo, menyimpan sementara emosinya.
“Triple J adalah seorang jomblo, sementara Jon Barota adalah sang player yang lihai. Jelas saja kamu nggak punya tempat di hati cewek-cewek. Mereka pasti lebih ngikutin yang playboy daripada jomblowan kayak kita,” Reza memberi analisa yang nggak ketahuan apa maksudnya.
“Dengan kata lain, kamu harus melepas gelar jomblo dulu, baru kamu menang atas Joba,” tambahnya.
“Nggak!! Aku yakin dengan predikat jomblo ini, aku bisa mempermalukan Joba!” emosi Jo meluap-luap.

****

Merasa masih kalah dari saingannya, Jo menyusun siasat jitu. Kali ini dia meminjam mobil ayahnya buat pasang muka. Dengan strategi yang sudah diracik sedemikian matang tadi malam, Jo memasang mimik memelas.

”Ehh, Ra. Pulang sekolah mau ke mana? Ada acara?” tanyanya pada teman sebangkunya itu. Rara tampak sedikit terkejut dengan sapaan Jo yang nggak biasanya. Walau melihat ada yang janggal, dia menjawab juga.
“Langsung pulang sih. Kenapa Jo?”
”Hmm… kalau gitu ntar pulang bareng, mau nggak? Aku antar?”
Rara makin yakin, ada yang kurang beres. Tapi, dia malah mengiyakan ajakan Jo. Berhasil! Jo pun tinggal menyusun rencana, agar Joba melihat Rara pulang dengannya hari ini.

Sejauh ini triknya berjalan mulus-mulus saja. Sesuai yang dijanjikan, mereka pulang bersama-sama. Di tengah jalan, Jo membelokkan mobilnya ke sebuah rumah makan.

"Makan dulu ya, laper.” Jo tak membiarkan Rara menolak ajakannya. Rara setuju. Mereka duduk di meja pojok, pilihan Jo, agar leluasa melihat siapa-siapa yang mampir ke rumah makan itu. Orang yang ditunggunya datang juga, Joba dengan langkah mantap memasuki rumah makan tanpa seorang teman pun. Bergegas menghampiri Jo dan Rara yang tengah asyik menunggu pesanan.

Jo pura-pura tidak melihat, Joba menarik kerah baju agar berdiri. Tangan lainnya terkepal siap memukul. Rara kebingungan.

“Eh, apa maksudmu nantang aku di rumah makan ini. Nih, aku sudah datang, sendirian! Kamu mau apa?!!” Joba memaki dan membentak-bentak Jo. Jo tenang-tenang saja, tak sedikitpun terpancing emosi.
“Kamu kalah Joba. Lihat! Rara sudah jadi milikku,” Jo berbisik di telinga Joba.
Joba berpaling ke arah gadis yang dimaksud Jo dengan sangat terkejut. Dia sempat ingin mengatakan sesuatu tapi urung dilakukan. Seketika itu juga, dia pergi meninggalkan mereka. Jo mencoba tersenyum ketika Rara menatapnya terheran-heran. Dia kembali menempati kursi sementara Rara masih berdiri.
”Oh, jadi maksudmu ngajak aku pulang bareng biar kamu merasa menang dari Joba? Itu aja? Hah! Aku pikir, kamu sudah mulai bersahabat, Jo,” kata Rara ketus.
“Terus kenapa? Biar gimanapun, Joba nggak akan bisa ngalahin Jojo!” balas Jo, terpaksa jujur karena siasatnya terlanjur ketahuan oleh Rara.
“Sorry, Jo, aku nggak bisa terima perlakuan ini. Aku pulang!”
Jo segera menarik tangan Rara.
“Cuma karena masalah kecil ini?”
“Masalah kecil kamu bilang? Kamu sudah mempermalukan aku, ngerti?”
“Cuma begini mempermalukan? Kalau kamu ditelanjangi di depan umum baru…”
PLAKK!!!
Belum selesai kalimat Jo terucap, sebuah tamparan mendarat sukses di pipi kirinya.
“Tolong ngertiin perasaan aku, Jo! Aku berusaha ngertiin sifat kamu yang nggak jelas itu karena aku menganggap kamu sama seperti teman lain. Mau mereka sebut kamu ‘pembunuh berdarah dingin’, cowok pendendam, si cuek yang kaya raya, aku nggak peduli. Aku tetap mau berteman, tapi kamu… kamu sudah merusaknya, Jo!” Rara pergi meninggalkan Jo sambil berlari keluar rumah makan. Jo hanya terdiam dan tidak mampu berbuat apa pun dalam keadaan ini. Sebelumnya, nggak ada tuh kejadian yang benar-benar menyentuh perasaannya seperti ini
.

Malamnya, Jo tidak bisa tidur. Gelisah berbaring di kasur empuknya, di dalam kamar dengan jendela terbuka dan hanya disinari bulan yang sedang penuh. Dia terus teringat tamparan Rara yang dirasakannya, sangat hangat. Dia malah menyukai tamparan itu. Entahlah, kenapa dia senekat itu menantang Joba demi anggapan mampu merebut Rara dari hati Joba. Dia takut, kalau Rara malah akan semakin akrab dengan Joba nantinya. Sepertinya, kali ini dia bukan memikirkan kalah dari Joba. Lebih dari itu, dia takut sekali Rara berpacaran dengan Joba.
“Apakah aku sudah jatuh cinta pada Rara?” katanya malam itu. “Ah! Aku kan biasa nyuekin dia… tapi aku takut banget kehilangan dia.” Makin lama, matanya terpejam dan dia bermimpi indah bersama Rara.

****


“Aku minta maaf. Aku nggak tahu gimana caranya ngomong ini ke kamu. Kemarin itu memang bodoh banget. Aku suka kamu tapi aku nggak tahu harus gimana…”
Rara hanya bengong ketika tiba-tiba Jo menghampirinya di depan gerbang sekolah. Biasanya Jo datang paling akhir, tapi ini masih setengah jam lagi masuk sekolah, dia sudah ada.

“Kamu sehat, Jo?”
“Kamu maafin aku nggak?”
Rara diam sejenak. Lalu mengangguk dan mengiyakan dengan mantap.
“Gara-gara kamu tampar aku kemarin, aku ngerasa kalau aku suka sama kamu,” kata Jo tanpa ragu-ragu.
“Apa ini kebiasaan kamu? Langsung ke pokok permasalahan?” balas Rara.
“Itulah aku. Nggak suka basa-basi,” jawab Jo.
“Kita lihat nanti saja, ya!”
“Tapi aku suka kamu, Ra.”
“Terus?” kata Rara sambil pergi meninggalkan Jojo.
“Terus? Iya ya… terus apa?” ucap Jojo sambil menggaruk-garuk kepalanya
.


'BODOH' yahhh..

akkhhh, udeh yee gw ga' mao nerusin lagi ahhhh...

"Tamparan" Berbekas di HATI...part o1

"Tamparan" berbekas diHATI


Jojo jomblo, begitu teman-teman menyebutnya. Ada juga yang menyebutnya Triple J. Terserah saja, seenaknya. Sepertinya Jojo juga enjoy menyandang gelar jomblo yang diberikan teman-temannya. Cowok yang… yah, boleh dibilang rada cakep ini, memang sudah berkomitmen untuk menjomblo selama masih SMA.

Banyak sudah cewek-cewek dibuat frustrasi lantaran selalu diacuhkannya begitu mendekati. Kemudian cewek-cewek lebih mengenalnya sebagai cowok yang sok jual mahal, sombong, nggak romantis, dan sebagainya. Begitu banyak julukan yang mampir ke dirinya, semua bermula dari sikapnya yang acuh itu. Dia memang berbeda dengan jomblowan-jomblowan lain. Sebenarnya Jojo, atau Jo, senang tebar pesona, gayanya selalu stylish, temannya keren-keren, kalau nggak keren secara penampilan, ya keren secara wawasan yang kekini-kinian gitu, dan dia lebih suka pada yang sepaham.

Dia begitu mendapat nama bagi setiap penghuni SMA Timur Jauh 2 ini. Sebuah SMA terfavorit sekaligus SMA termahal di kota ini. Jojo memang anak kelas dua tapi temannya menyebar di setiap level kelas. Siapa yang nggak kenal Jo, anak dirut perminyakan kondang di negeri ini? Rasanya terlalu kurang gaul deh, kalau nggak kenal nama sekaliber Jonanta Rafilan.

Liburan semester II ini, Jo lebih memilih menghabiskan waktunya nonton TV di rumah atau sekadar bermalas-malasan. Yang jelas, dia sudah terlalu malas untuk berlibur. Semua tempat terbaik pernah dia kunjungi.

Saat dia sedang menikmati pertandingan golf di saluran ESPN, tiba-tiba ponselnya "berdering"..:

“Ya?” Jo menjawab telepon.
“Kapan registrasi, Jo?” terdengar suara Erwin, temannya, di seberang.
“Besok. aku ke tempatmu dulu.” Klik! Begitulah. Singkat, nggak padat-padat amat, dan nggak jelas-jelas amat juga.

Besoknya, Jo dan Erwin mendatangi ruang TU untuk registrasi akademiknya. Suasana masih sepi, hanya beberapa anak yang sudah melakukan registrasi. Mungkin karena masih ada waktu panjang hingga dua minggu ke depan. Jo mengamati siapa-siapa saja yang menjadi teman satu kelasnya nanti. Dia terkejut begitu melihat nama Jon Barota masuk di kelasnya. Joba, panggilan Jon itu, lebih dikenal sebagai musuh besar Jo. Mereka selalu berebut kekuasaan, selalu bersaing memperlihatkan siapa yang terbaik di Timur Jauh. Berbeda dengan Jo, Joba dikenal suka gonta-ganti pacar. Istilah kerennya player.

*****

Liburan telah usai, kini hari-hari sekolah aktif kembali. Santo Lucas ramai dengan cerita seru setiap pagi. Apalagi ini baru mulai tahun ajaran, para siswa hampir belum saling mengenal satu sama lain karena dulunya tidak satu kelas. SMA Timur Jauh memiliki 30 kelas. Kelas I, II masing-masing 10 kelas, kelas III dibagi 3 jurusan, 4 kelas untuk IPA, 4 kelas IPS dan sisanya Bahasa. Di kelas yang terakhir inilah, Jo akan menjalani hari-hari persaingan dengan rivalnya, Joba .

Seperti biasa Jo berangkat lebih siang dari yang lain, hampir selalu terlambat. Padahal rumahnya hanya berjarak dua kilometer saja dari sekolah. Itupun ditempuh dengan motor gedenya. Mungkin maksudnya mau tebar pesona atau ingin punya ciri khas sendiri. Kali ini pun begitu, saat memasuki gerbang sekolah, dia harus membayar lima puluh ribu rupiah kepada satpam Gino. Sogokan biar bisa sukses masuk. Bukan hanya hari ini tentunya, mungkin satpam Gino telah menerima 720 kali lima puluh ribuan darinya. Karena sudah dua tahun ini Jo kalah cepat datang ke sekolah dibanding gerakan satpam Gino yang menutup gerbang.


Suasana kelas tenang, hanya beberapa kelas I yang terlihat masih duduk-duduk di teras karena belum ada wali kelas. Kelas Jo juga tampak hening, nggak ada lagi kedengaran jeritan cewek-cewek ganjen yang biasanya keluar tiap Jo lewat. Jo mengetuk pintu tanpa ragu-ragu dan tanpa menunggu dibukakan, kepalanya langsung melongok ke dalam kelas.

“Selamat pagi, Pak!” sapa Jo pada guru sejarah dengan mimik memelas. Fiuh! Untunglah dia memilih jurusan Bahasa, jadi nggak ketemu lagi dengan pelajaran biologi yang diberikan Bu Ida. Kalau Bu Ida ngelihat Jo telat lagi seperti ini, bisa-bisa ia memberi ‘les privat’ he he he… Ya… mungkin disuruh membaca buku dengan vokal diganti huruf “i” semua atau menghitung butiran nasi pada makan malamnya selama tujuh hari berturut-turut atau sekadar duduk di meja guru sementara Bu Ida duduk di bangkunya. Pokoknya konyol dan nggak meaning deh.

Jo menganggap karena nilai biologinya merah, dia tidak bisa masuk IPA. Meskipun kimia, fisika, dan matematikanya di atas delapan semua. Begitulah aturan sekolah, di antara keempat pelajaran itu tidak boleh bernilai merah. Apalah daya Jo ketika Bu Ida memberinya nilai itu.

Dia tidak dapat tempat duduk lagi, satu-satunya yang tersisa hanyalah di depan meja guru. Ada seorang cewek yang telah menempatinya, Jo pun terpaksa duduk di situ.

“Hei aku Rara, pindahan dari SMA Timur Jauh Surabaya,” cewek itu memperkenalkan diri. Senyumnya lebar penuh pengharapan. Jo hanya menengok dua detik lamanya, matanya seolah bertanya “Siapa sih, Lo?” lalu berbalik lagi menghadap whiteboard yang bertuliskan kerajaan-kerajaan lama di Indonesia. Rara yang di sebelahnya pun bete.

“Jo itu jomblowan sejati. Dia tidak sembarang terima teman, jangan heran kalau dia menolak kamu saat diajak kenalan. Begitulah Jo, dia selalu menatap seseorang dengan sejenak, lalu memutuskan cocok atau tidak,” ujar Nindi, cewek yang satu kelas dengan Jo dan Rara memberi penjelasan pada teman barunya. Rara hanya mengangguk keheranan.

jeudi 25 octobre 2007

Candi Borobudur...

Borobudur

Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak
mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.


Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata Vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa sansakerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.

Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).

Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. Setiap lorong-lorong sempit di Borobudur terdapat arti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.

Secara runtutan , maka cerita pada relief candi secara ringkat bermakna sebagai berikut :

Karmawibhangga

Salah satu ukiran Karmawibhangga di dinding candi Borobudur (lantai 0 sudut tenggara)

Salah satu ukiran Karmawibhangga di dinding candi Borobudur (lantai 0 sudut tenggara)

Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut, menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri ( serial ), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.

Lalitawistara

Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke 27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum" ,sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.

Jataka dan Awadana

Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari mahluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa / perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju keringkat ke buddha an.

Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.

Gandawyuha

Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke 2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.

Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.

Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapa yang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.

Dengan segala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang dari segala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harus dikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda juga bisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panorama Borobudur dari atas. Tunggu apa lagi? Tak perlu khawatir gempa 27 Mei 2006, karena Borobudur tidak terkena dampaknya sama sekali.




mardi 23 octobre 2007

Arsenal Makin KEJAM...


Arsenal Hancurkan Slavia 7-o

Arsenal menunjukkan pantas menjadi salah satu unggulan dengan mencukur Slavia Praha tujuh gol tanpa balas pada matchday ketiga Grup H Liga Champions di Stadion Emirates. Bermain di depan ribuan pendukungnya, pelatih Arsenal Arsene Wenger langsung menginstruksikan anak asuhnya bermain menyerang dengan mengandalkan poros Cesc Fabregas, Theo Walcott dan Aleksandr Hleb.

Permainan menyerang Arsenal langsung membuahkan hasil saat laga baru berjalan lima menit melalui tendangan melengkung dari Fabregas. Di menit ke-24, tendangan keras Hleb membentur kaki Hubacek dan membuat kiper Vaniak mati langkah sehingga Arsenal unggul 2-0. Empat menit sebelum turun minum, kesalahan fatal yang dilakukan Vaniak berhasil dimanfaatkan oleh Walcott untuk mencetak gol pertamanya di arena Liga Champions.

Rupanya skor 3-0 ini tidak membuat Arsenal berpuas diri dan di babak kedua mereka melesakkan empat gol lagi. Slavia sendiri praktis tidak mampu melahirkan peluang berbahaya di depan gawang Manuel Almunia. Enam menit setelah turun minum, umpan terobosan Fabregas dengan dingin diselesaikan Hleb setelah terlebih dulu melakukan aksi individu melewati hadangan bek Slavia.

Empat menit kemudian giliran Walcott yang mencatatkan gol keduanya. Fabregas tak ingin kalah pamor dengan Walcott dan tiga menit kemudian pemain asal Spanyol ini juga mencetak gol keduanya.

Bencana bagi Slavia belum berhenti sampai di sini karena satu menit menjelang peluit panjang ditiup, pemain pengganti Nicklas Bendtner ikut menyumbang gol.

Adapun di laga lainnya, Sevilla juga memetik kemenangan saat menjamu Steaua Bukarest. Pasukan Juande Ramos ini menang tipis 2-1. Sevilla beruntung memiliki duet penyerang maut Luis Fabiano dan Frederic Kanoute karena dari keduanya mereka mencetak dua gol penentu kemenangan. Sedangkan gol hiburan bagi Steaua dibukukan Petre.

Kemenangan yang diraih Arsenal dan Sevilla membuat keduanya berada di posisi satu dan dua klasemen Grup H. Arsenal saat ini mengoleksi nilai sempurna sembilan, sedangkan Sevilla mendapat enam angka.


The Gunners...


Ini baru bulan Oktober dan Liga Premier baru berjalan delapan minggu. Tapi sejumlah pengamat di Inggris merasa yakin perburuan gelar juara hanya akan diikuti oleh dua tim yang awalnya cuma diprediksi bakal menempati posisi ketiga dan keempat di klasemen akhir.

Arsenal dan Liverpool menunjukkan start yang bagus, kendati Liverpool kini mulai kembali ke "habitat" dengan inkonsistensinya. Arsenal, yang sudah kehilangan striker Thierry Henry, justru sangat tajam di depan gawang lawan dan sangat tangguh untuk dilewati.

The Gunners yang baru bermain tujuh kali memimpin klasemen sementara dengan nilai 19 dan menyandang predikat tim tertajam dengan torehan 19 gol serta belum terkalahkan, seperti halnya Liverpool.

Bagi seluruh pihak yang berkepentingan dengan Arsenal, pencapaian ini pasti di luar perkiraan. Wajah baru tim tanpa kepemimpinan dan sentuhan maestro Henry justru semakin kuat dan kompak. Situasi menyenangkan semakin lengkap ketika klub memperkuat stabilitas di luar lapangan dengan meraih predikat terkaya di Inggris dan mendekati Real Madrid untuk kelas Eropa.

Padahal beberapa bulan sebelumnya, Arsenal sempat limbung saat wakil presiden David Dein meninggalkan klub dan Henry dijual ke Barcelona. Maklum keduanya adalah sosok berpengaruh di tubuh manajemen dan tim. Perubahan struktur itu juga disebut presiden Peter Hill-Wood cukup "mengganggu dan meruntuhkan stabilitas" klub.

Namun isu di musim panas itu masih belum seberapa dibandingkan pertanyaan masa depan pelatih Arsene Wenger yang marak dikabarkan segera hengkang. Tapi pelatih asal Prancis itu berulang kali mengatakan bahwa Arsenal adalah belahan jiwanya. Itulah yang mendasari keputusannya untuk menambah kontrak hingga tiga tahun bulan lalu.

"Ini adalah era baru dengan tim baru yang saya bangun bersama staf pelatih dan ini akan menjadi pengalaman baru. Saya pun memiliki kepercayan besar terhadap tim dan itu sebabnya saya menandatangani kontrak baru," tukas Wenger.

Satu hal baru yang diterapkan Wenger untuk mensukseskan Arsenal adalah membangun tim dengan kolektivitas. Maklum, kali ini Arsenal tak lagi punya pemain dengan skill hebat seperti Henry. "Kami kehilangan seorang pemain besar, jadi kami sudah menurun dalam segi skill individu".

"Kami pun memutuskan untuk mengompensasi itu dengan mengoptimalkan pemain muda kami. Kami mengasah inisiatif mereka dan membagi tanggung jawab karena kami hanya berkonsentrasi menyerang dengan satu penyerang. Saya berharap kehilangan besar kami akan tertutupi oleh itu semua," imbuh Wenger.

Kepergian Henry dari Stadion Emirates seakan menjadi pelengkap berubahnya era Arsenal. Pada bulan Juli, gelandang Swedia, Freddie Ljungberg, yang sudah memperkuat Arsenal sejak 2003-04 pun hengkang. Sebelumnya, bek tengah Sol Capmbell, bek sayap Ashley Cole, bek Bisan Lauren, gelandang Patrick Vieira, Robert Pires, Edu dan penyerang Dennis Bergkamp lebih dulu angkat koper.

Hanya tersisa tiga pemain bengalamrpean yang ada di Arsenal kini, yaitu kiper Jens Lehmann, bek Kolo Toure dan gelandang Gilberto Silva. Itu sebabnya sejumlah pengamat mengatakan sisi pengalaman akan menjadi titik lemah Arsenal musim ini. Namun Wenger yakin angkatan ketiga timnya akan segera membalikkan pengamatan itu.

"Kurang pengalaman memang bisa menjadi penghalang meski skuad ini sudah pernah tampil di final Liga Champions (dua tahun silam). Saya pun masih mencari kematangan mereka agar bisa menjaga tanggung jawab dalam pertandingan besar.

"Tapi saya senang bekerja dengan tim muda ini. Mereka sudah punya tingkat kematangan yang jarang dimiliki kebanyakan pemain muda," sahut Wenger seraya menunjuk gelandang Cesc Fabregas.

Pemain muda asal Catalunya, Spanyol, itu sudah memainkan lebih dari 100 pertandingan liga dan menjalankan peran sentral di dalam tim meski usianya baru 20 tahun. Pemain asli binaan Barcelona itu sementara ini menjadi pemain tertajam Arsenal dengan koleksi empat gol. Fans Arsenal pun menyandingkan Fabregas dengan idola muda tahun 70-an, Liam Brady. Sementara Wenger menilai Fabregas secara umum mirip legenda Prancis, Michel Platini, yang kini menjadi presiden UEFA.

Tapi Wenger nampaknya sudah belajar dari pengalaman lalu untuk tidak bergantung pada sosok intdividu terlalu besar. Manan pelatih AS Monaco itu tak ingin saat satu individu absen, permainan tim akan berantakan.

"Saya tak akan membebankan tanggung jawab terlalu besar. Yang saya inginkan agar dia meningkatkan kemampuannya hingga level terbaik."

Wenger pun mengaku belum berhenti bereksplorasi. Apalagi para pemain muda seperti Gael Clichy, Abou Diaby dan Emmanuel Adebayor sudah menunjukkan lompatan besar. Kombinasinya dengan pemain yang lebih berpengalaman pada diri Toure, Aleksandr Hleb, Tomas Rosicky dan Robin van Persie sudah mulai mantap. Itu sebabnya, Wenger juga optimis masa depan Arsenal akan cemerlang.

"Saya benar-benar tak sabar melihat tim bermain di pertandingan level tertinggi. Ini menarik karena saat tak berhasil juga tak akan terlalu mengecewakan karena ini adalah pengalaman baru. Tapi, ini sungguh menyenangkan," pungkasnya.


The Rock ...


Clip The Rock - Munajat Cinta



Munajat Cinta


Band baru ini, yang biasa disebut "THE ROCK", dengan 4 personil yang dikepalai oleh Ahmad Dani dan 3 personil lainnye yang berasal dari negara asing itu, telah mengeluarkan lagu2nya yang menurut gw cukup mengangkat nama band tersebut didunia permusikan indonesia, apelagi lagunya yang berjudul "Munajat Cinta" ini.

'The Rock' yang dikepalai Ahmad Dani ini, cukup menggagetkan dunia musik sekaligus press...sampai saat ini, masih menjadi sebuah pertannyaan "termasuk gw pribadi", apa yang menjadi alasan Ahmad Dani mendirikan band baru ini, tetapi masih tetap bermain musik denga Band "DEWA". Apakah tidak terjadi bentrok diantara satu dengan yang lainnya, atau Dani kurang puas sehingga inggin lebih terkenal lagi, ataukah ada maksud lain...??, pastinya seperti itu.

Yang gw bisa liat yee, dari 2 band yang dipegang oleh Ahmad Dani ini, ga' bakalan bisa berjalan seperti sekarang ini seandainye ga' ada sosok Dani tersebut, karena di band The Rock maupun Dewa, Dani tetap menjadi andalan mereka sebagai pengarang lagu2. Dan sudah tidak asing lagi, lagu2 yang dikarang oleh Dani ini, termasuk menghasilkan selera musik tinggi, dengan Aransement dan lirik yang Ok punya...

Penasaran kan dengan lagu The Rock yang berjudul Munajat Cinta...
nehhh, gw kasih liriknye...sekaligus lo bisa liat klip dan dengerin lagunye ...


The Rock - Munajat Cinta


Malam ini, ku sendiri...
Tak ada yang, menemani...
Seperti, malam-malam...
yang sudah-sudah..

Hati ini, selalu sepi...
Tak ada yang menghiasi..
Seperti, cinta ini
Yang slalu putus..

Reff: Tuhan kirimkanlah aku, kekasih yang baik hati..
Dan mencintai aku, apa adanya...

Mawar ini, semakin layu...
Tak ada yang memiliki...
Seperti, Aku ini..
Semakin kukus...

Back to Reff...



The Rock Live...

mercredi 17 octobre 2007

Kisah dibalik Taj Mahal


Tahun 1580 di Negara India terdapat dua wilayah kerajaan besar yang berbeda ke percayaan dan sangat berpengaruh. Dua Kerajaan itu adalah Kerajaan Moghul yang dipimpin oleh Raja Sultan Akbar yang meyakini Islam teguh dan Kerajaan Pusthun yang dipimpin oleh Raja Aurang Zet berkeyakinan Atheis. Tanpa disadari dua kerajaan yang saling bermusuhan itu mendapat kebahagiaan, karena sang permaisuri mengandung secara bersamaan.

Aurang Zet : Aku senang sekali mendapat berita peramaisuriku, aku yakin putra kita

akan menjadi panglima perang yang gagah dan pemberani ha … ha … ha

Permaisuri : Tapi Raja saya punya firasat kalau anak kita nanti adalah perempuan.

A.Zet : Apa katamu !! aku tidak mau melihat anak gadis di istana ini. Perempuan

tak akan membuat istanaku maju, siapa yang akan menggantikanku nanti

kalau anakku perempuan.

Permaisuri : Tapi Raja ….

Aurang Zet : Cukup !!! lebih baik ku bunuh anak itu hidup-hidup kalau dia benar

-benar anak perempuan.

Mendengar ancaman Raja permaisuri pun menjadi bingung, akhirnya dia pun membuat sebuah rencana

Permaisuri : Dayang, kau tahu Raja sangat mengharapkan seorang putra mahkota, tapi

aku jadi khawatir bayi ini lahir perempuan. Aku pesan kepadamu, kalau

bayiku ini lahir perempuan bawalah dia segera keluar dari istana ini dan

tukarlah bayi ini dengan bayi laki-laki.

Yamuna : Tapi permaisuri …

Permaisuri : Selamatkanlah bayi yang tak berdosa ini Yamuna, aku yakin kau bisa.

Semblian bulan kemudian permaisuri Aurang Zet melahirkan seorang putri yang cantik jelita, pada saat yang bersamaan permaisuri Kerajaan Moghul pun melahirkan seorang putra yang tampan dan gagah. Sesuai dengan rencana, Yamuna pun membawa bayi perempuan itu keluar wilayah istana. Karena bingung akhirnya Yamuna membawa bayi itu ke saudaranya di Kerajaan Moghul.

( tok … tok … tok )

Yumuna : Farah … bukakan pintunya ( pintu dibuka )

Farah : Astaghfirullah …. Yamuna bagaimanakah kau bisa ke sini, lalu siapa

bayi ini ??

Yamuna pun menceritakan masalahnya kepada Farah dengan tergesa-gesa.

Farah : Kau tahu Yamuna barusan permaisuri melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan dan gagah dan belum seorangpun mengetahuinya tapi …

Yamuna : Farah tolonglah aku, lihatlah bayi mungil ini, dia berhak mendapatkan

kebahagiaan Farah. Dia tidak memiliki dosa.

Farah : Tapi aku takut Yamuna.

Ymn : Yakinlah Farah hal ini akan menjadi rahasia kita.

Akhirnya Farah pun menyetujui hal tersebut. Dengan hati-hati dia menukarkan bayi itu dengan bayi perempuan yang dibawa Yamuna. Dan Yamuna pun tidak memberi tahu permaisuri Aurang Zet bahwa bayi laki-laki itu adalah putra Sultan Akbar

Sultan Akbar : Farah. Mana putraku apakah dia seorang laki-laki.

Farah : Dia … dia perempuan baginda.

Farah memberikan bayi dalam gendongannya kepada Sultan Akbar.

Sultan Akbar : Lihatlah permaisuriku putri kita cantik sekali.

Permaisuri : Alhamdlillah Raja … putri kita lahir dengan selamat.

Singkat cerita ….

Dua puluh tahun kemudian, dua bayi tersebut telah menjadi dua remaja yang cantik dan tampan. Dua kerajaan itu selalu terisi dengan kebahagiaan.

Syeih Jehan : Ayahanda … aku ingin meminta izin untuk berburu di hutan Agra. Aku

janji setelah berburu nanti aku akan segera kembali.

Permaisuri : Tidak putraku wilayah itu sangat berbahaya. Kau tahu wilayah itu

berbatasan langsung dengan Kerajaan Moghul.

Aurang Zet : Biarlah dia pergi permaisuriku aku yakin putra kita yang tangguh ini

mampu melindungi dirinya.

Syeih Jehan : Syeih Jehan janji akan menjadi orang yang terbaik untuk ayah dan

bundaku.

Aurang Zet : Pergilah putraku dan ingat hati-hatilah di tempat yang asing. Ayah yakin

dengan kemampuanmu.

Syeih Jehan : Terima kasih ayah. Ayah, bunda aku berangkat dulu.

Dan Syeih Jehan pun berangkat sendiri ke hutan Agra. Tapi setelah beberapa hari bekal yang dibawanya telah habis, sedang satupun hewan buruan tidak didapatnya. Akhirnya dia pingsan karena kelaparan.

Pengawal I : Sahabatku lihat sepertinya di sana ada orang .

Pengawal II : Iya aku melihatnya, mari kita ke sana.

Pengawal I : Astaghfirullah … dia pingsan kelihatannya dia seorang pemburu.

Pengawal II : Mari kita bawa dia ke Istana Moghul untuk menghadap Raja.

Dua pengawal itu pun membawanya ke hadapan Sultan Akbar, untuk mendapatkan perawatan. Saat Syeih Jehan sadar ia sangat terkjut karena di hadapannya ada seorang gadis cantik berakaian tertutup.

Taj Mahal : Alhamdulillah kau sudah sadar rupanya.

Syeih Jehan : Dimana … dimana aku?

Taj Mahal : Tenanglah kau aman di Kerajaan Moghul.

Syeih Jehan : Ap … apa,Kerajaan Moghul ?

Sultan Akbar dan permaisuri datang )

Sultan Akbar : Alhamdulillah … kau sudah sadar rupanya nak, jangan takut kau amana

di wilayah kami.

Permaisuri : iya. Dan jangan sunkan selama berada di sini, kalau boleh kami tahu

siapa namamu nak … ?

Syeih Jehan pun sadar bahwa dirinya berada di wilayah musuh, maka ia pun menyembunyikan identitasnya.

Syeih Jehan : Namaku Rasyid Pasha.

Taj Mahal : Mum. Taj Mahal

Syeih Jehan : Terima kasih kau telah merawatku.

Taj Mahal : Tidak apa, itu sudah menjadi kewajiban kami sebagai tuan rumah.

Hari demi hari Rasyid Pasha pun menjadi betah tinggal di Kerajaan Moghul, yang terasa lebih damai dan tenang dari pada kerajaannya sendiri. Diam-diam ia memiliki niat untuk menyerang Kerajaan Moghul secara perlahan dengan cara mencari informasi dari Mum Taj Mahal.

Mum Taj Mahal baru selesai membaca mushafnya, Rasyid Pasha menghampirinya dari belakang.

Rasyid Pasha : Ehem … apakah aku mengganggumu putri ?

Taj Mahal : ( Menoleh ke belakang ) Subhanallah …, aku pikir siapa, mengapa kau

tidak mengucap salam dahulu akhi Pasha ?

Rasyid Pasha : Maaf putri aku tidak tahu adat di sini, aku bukan seorang muslim.

Taj Mahal : Astagfirullah … maafkan aku akhi aku lupa dan tolong jangan panggil

aku dengan sebutan Putri.

Rasyid Pasha : Baiklah, Em … bolehkah aku tanya sesuatu Mum Taj Mahal ?

Taj Mahal : Tentu akhi selama aku bisa menjawab,Insya Allah aku akan menjawab

dengan jujur.

Rasyid Pasha : Mengapa setiap orang yang aku temui disini selalu berpakaian sepertimu

dan setiap hari aku selalu mendenganr ayat-ayat aneh yang dilantunkan,

belum lagi gerakan aneh yang semua orang lakukan 5 kali sehari.

Taj Mahal : ( tersenyum kecil ) aku paham maksudmu, mungkin kau tak akan

mengerti yang jelas itu adalah wujud dari rasa cinta kami kepada Allah

SWT yang telah menciptakan seluruh alam beserta isinya.

Rasyid Pasha : Termasuk aku ?

Taj Mahal : Tentu akhi, tak ada seorang pun di dunia ini ada secara tiba-tiba bisa

muncul dengan sendirinya.

Rasyid Pasha : Lalu bagaimana kau begitu percaya dengan ku, sedangkan aku seorang

asing yang tidak memiliki keyakinan sama denganmu.

Taj Mahal : Akhi Pasha, Rasulullah SAW telah menyuruh kami agar berbuat baik

kepada siapa saja dan kapan saja dan termasuk memeuliakan tamu.

Baginda Rasul saja tidak pernah membedakan keyakinan atau pribadi

tamunya. Bagaimana kita yang orang biasa ini berhak memilih-milih

tamu.

Rasyid Pasha : Aku kagum dengan cara berpikirmu Mum Taj Mahal, aku juga sering

mendengar Sultan Akbar berkata bahwa kita dihadapan Allah

sama, hanya amal yang membedakan kita.

Taj Mahal : Itulah yang ada dalam Al-Qur’an. Kau tahu semua yang akan terjadi dan

telah terjadi telah tercantum di mushaf suci ini akhi.

Rasyid Pasha : Jujur, jiwaku terasa tenang mendengarnya. Eh … Oya, Mum Taj Mahal

aku dengar Kerajaan ini bermusuhan dengan Kerajaan Pusthun boleh aku

tahu kenapa ?

Taj Mahal : Itulah akhi, aku sedih karena Kerajaan itu hanya mementingkan

kemewahan dan kemajuan istana saja. Apa Rajanya tahu bahwa banyak

rakyatnya yang kelaparan,tersiksa kemiskinan dan masih banyak lagi

yang membutuhkan pertolongan. Kalau Raja atau penerusnya itu di sini

pasti aku akan tanya apa guna kekayaaan itu kalau rakyatnya itu masih

menderita ? apa guna ilmu yang dimilikinya kalau rakyatnya masih

tersiksa.

Rasyid pun terkejut mendengar jawaban Mum Taj Mahal yang tak pernah ada di benaknya.

Rasyid Pasha : Kau sungguh wanita mulia Mum Taj Mahal,aku tak pernah berpikir akan

hal yang sepenting itu. Selama ini aku hanya memikirkan diriku sendiri.

Pantas jika orang memanggilmu Mum Taj Mahal.

Hari-hari berikutnya Rasyid pun jadi selalu berpikir tentang ucapan Mum Taj Mahal. Sedikit demi sedikit ia mulai menemukan kebenaran itu dan akhirnya ia pun menemukan sebuah keputusan.

Rasyid Pasha : Sultan saya ingin masuk Islam

Sultan Akbar : Apa yang kau katakan Rasyid Pasha ?

Rasyid Pasha : Benar Sultan saya ingin menjadi seorang muslim.

Permaisuri : Alhamdulillah, akhirnya hidayah itu datang padamu anakku.

Akhirnya Rasyid Pasha menjadi seorang muslim yang taat. Hari demi hari dilaluinya dengan memperdalam ilmu agama kepada Mum Taj Mahal. Hingga akhirnya mereka berdua saling jatuh hati.

Rasyid Pasha : Sultan saya berniat untuk melamar putri Mum Taj Mahal, tapi

sebelumnya saya ingin mengakui jati diri saya yang sebenarnya.

Sultan Akbar : Apa maksudmu Rasyid Pasha ?

Dan mengalirlah cerita tentang jati diri Rasyid Pasha yang sebenarnya adalah Syeih Jehan. Seluruh penghuni Kerajaan pun terkejut dengna pengakuan itu.

Sultan Akbar : Apa … !! kau putra Kerajaan Pusthun ?? aku tidak menyangka kau telah

membohongi kami semua Syeih Jehan.

Rasyid Pasha : Terserah Sultan Akbar akan berbuat apa pada saya. Saya akan menerima

dengan ikhlas.

Sultan Akbar : Anakku kau sudah mendengar kenyataan tadi lalu bagaimana

pendapatmu putriku Mum Taj Mahal?

Taj Mahal : Ayahanda … ibu aku serahkan semuanya padamu aku ikhlas.

Permaisuri : Apa kau rela seandainya kami nikahkan kau dengan lelaki pilihan kami

Mum Taj Mahal.

Taj Mahal : Aku yakin ayah dan ibu akan memberikan terbaik untukku, jika memang

ada yang lebih baik dari dia aku pasti akan setuju. Aku yakin Allah telah

menentukan jodohku sebelum ayah dan ibu memutuskan.

Setelah berpikir panjang, akhirnya Sultan Akbar dan Permaisuri berpikir tidak ada yang lebih pantas dari Syeih Jehan, dan dengan lapang dada mereka menerima Syeih Jehan apa adanya.

Sultan Akbar : Putriku … setelah kami berpikir matang-matang kami tidak bisa

memberikan pilihan yang lebih baik dari Syeih Jehan. Tapi ayah dan ibu

memberi syarat, kalian harus meminta izin kepada kedua orang tua Syeih

Jehan.

Rasyid Pasha : Terima kasih Sultan kami berjanji akan menyatukan kedua Kerajaan ini

dengan Asma Allah.

Tanpa diketahui ternyata dayang Farah mendengarkan percakapan tersebut, karena rasa khawatir akhirnya memberitahukan kepada Mum Taj Mahal.

Farah : Putri …. Em saya ingin berbicara sesuatu yang sangat penting kepadamu.

Taj Mahal : Bicaralah dayang Farah sejak kecil kau telah merawatku tapi baru kali ini

aku melihatmu ragu-ragu untuk berbicara. Ada apa dayang Farah

bicaralah?

Dayang Farah menceritakan segala rahasia yang telah dikuburnya selama dua puluh tahun. Mum Taj Mahal sangat terkejut mengetahui jati dirinya dan Rasyid Pasha sebenarnya.

Taj Mahal : Mengapa kau baru bilang sekarang dayang Farah.

Farah : Saya tidak berani berkata sejujurnya pada Sultan dan Permaisuri, putrid

tolong berjanjilah untuk tidak mengatakan pada beliau berdua.

Taj Mahal : Baiklah, tapi sekarang semuanya sudah terlanjur, dayang aku tak

mungkin menggagalkan keputusan untuk menikah dengannya.

Farah : Justru mungkin itu adalah jalan dari Allah, agar putri bisa membawa

kedua orang tua kandung putri ke jalan Allah.

Satu minggu kemudian Mum Taj Mahal dan Rasyid Pasha pergi menuju Kerajaan Pusthun.

Permaisuri : Raja sudah satu tahun lebih anak kita pergi tapi sampai sekarang dia

belum kembali juga.

Aurang Zet : Aku juga bingung harus mencari ke mana lagi permaisuriku, entah siapa

yang akan meneruskan Kerajaan ini kelak.

Rasyid Pasha : Assalamu’alaikum ayah … bunda aku datang

Aurang Zet : Anakku benarkah ini engkau nak, tapi rasanya ada yang berbeda darimu.

Rasyid Pasha : Benar ayah lihatlah siapa seorang putri yang bersamaku ini.

Permaisuri : Kau cantik sekali nak … siapa namamu ?

Taj Mahal : Nama saya Arjuman Banu Begum … tapi saya sering dipanggil Mum Taj

Mahal, permaisuri.

Aurang Zet : Apa Mum Taj Mahal, bukankah …

Rasyid Pasha : Benar ayah, dia adalah istriku putri Kerajaan Moghul. Aku telah menjadi

seoranag muslim dan aku mengharap …

Aurang Zer : Cukup !!! ayah tak mau mendengar perkataanmu lagi sekarang kau pilih

dia atau Kerajaan ini ?

Permaisuri : Raja biarkan mereka….

Aurang Zet : Tidak permaisuri, aku sudah mengambil keputusan.

Taj Mahal : Raja saya mohon …

Aurang Zet : Tutup mulutmu ! aku tak mau dengar apapun dari mulutmu.

Rasyid Pasha : Sudahlah Mum Taj Mahal mari kita pergi.

Mereka pun kembali ke Kerajaan Moghul dengan membawa lupa. Tapi ternyara Raja Aurang Zet tidak berhenti sampai di situ, setelah mereka kembali dia menyusul dengan membawa dendam.

Aurang Zet : Permaisuriku kau tetaplah di sini aku akan buat perhitungan dengan

mereka.

Permaisuri : Raja kau jangan tindak gegabah.

Tapi perkataan itu tak didengar lagi oleh Raja Aurang Zet, ia telah pergi menuju Kerajaan Moghul. Mengetahui situasi yang terjadi Yamuna pun menceritakan semua kepada permaisuri dan dengan tergesa permaisuri menyusul ke Kerajaan Moghul.

Aurang Zet : Sultan Akbar keluar kau ! aku tak rela kau rebut putraku dengan cara

licik.

Sultan Akbar : Kau keliru Aurang Zet dia sendirilah yang datang sendiri padaku.

Aurang Zet : Diam kau …

Aurang Zet hendak menusuk Sultan Akbar tapi Sultan Akbar mengelak dan dari arah belakang Syeih jehan hendak menusuk Aurang Zet tapi Mum Taj Mahal menghalangi dan akhirnya dia tertusuk pedang Syeih Jehan.

Taj Mahal : Jangan … !

Perm.A.Zet : Tidak putriku …!!!

Aurang Zet : Permaisuriku apa yang kau lakukan ???

Permaisuri Aurang Zet menceritakan semuanya dan mereka semua terkejut mendengar perkataan permaisuri Aurang Zet.

Aurang Zet : Ohh ... tidak … , putriku maafkan ayahmu ini nak .

Taj Mahal : Berjanjilah ayah akan bersatu dengan Kerajaan Moghul dan memajukan

agama Islam

Rasyid Pasha : Tidak … bangunlah permaisuriku .

Akhirnya Mum Taj Mahal pun meninggal dunia. Untuk mengenang permaisurinya Rasyid Pasha membangun sebuah makam yang terindah di dunia dan diberi nama T A J M A H A L. yang artinya “ ISTANA PILIHAN”

Rasyid Pasha : Terima kasih kalian telah membangunkan istana baru untuk

permaisuriku,tapi aku minta maaf mungkin ini adalah kedzoliman

terakhir kali yang aku lakukan, aku tak mau ada yang menandingi istana

permaisuriku. Ustad Isa potong tangan mereka.

Tangan para arsitektur itupun di potong agar tidak ada yang menandingi keindahannya dan sampai saat ini TAJ MAHAL pun masih di kenang manusia seluruh dunia sebagai salah satu dari keajaiban dunia.

vendredi 12 octobre 2007

'KALA', Jempolan perpilman Indonesia


The word is out. Get this: Film kedua Joko Anwar is a MINDFUCK, dalam tradisi film-film seperti 12 Monkeys dan Brazil. Untuk itu gw berani mengatakan, Terry Gilliam Indonesia telah lahir.

Tidak ada sedikitpun tanda-tanda dari Arisan!, Janji Joni, atau Jakarta Undercover yang mempersiapkan gw untuk menerima KALA, sebuah film yang rasanya dibuat oleh seorang scientist gila yang sesukanya mencampur berbagai macam formula. Di tangan yang salah, ini bisa jadi bencana. Di tangan Joko Anwar, hasilnya adalah sebuah formula baru yang sulit didefinisikan. Tapi jika orang bersedia menelannya, mereka akan merasakan sensasi luar biasa yang akan berujung dengan cinematic orgasmo. Seperti yang gw bilang tadi, it’s a mindfuck.


Di antara film-film generic buatan dalam negeri, sulit dipercaya ada penyandang dana yang mau memberikan uang kepada Joko Anwar untuk membuat film seperti ini. Gw menyatakan salut kepada MD Pictures, terlepas dari kenyataan bahwa logonya hampir terasa seperti efek bawang putih pada vampir.

Dunia buatan Joko Anwar adalah sebuah negeri yang mencekam, dengan orang-orang yang tidak berperikemanusiaan, dari mulai rakyat biasa yang bahkan tidak bergeming saat seorang perempuan menggendong bayi jatuh mengejar bus di waktu hujan, sampai ke menteri yang menyiksa dan membunuh orang untuk mencari kekayaan. Aneh, karena biarpun Joko Anwar mendandani karakter-karakternya dengan outfit barat, semuanya terdengar familiar. Ini adalah negara kita.

Joko Anwar menyampaikan keluh kesahnya dengan sangat stylish, dengan referensi buat film buff yang Gw rasa tak ada habis-habisnya. Selalu ada yang baru yang kami temukan. Kami tidak akan menceritakan ceritanya dengan lebih detil. Percayalah, semakin sedikit anda tahu tentang cerita KALA, semakin nikmat anda menontonnya. Yang perlu anda dengar: ini adalah sebuah film mencekam yang akan membuat anda mencengkeram pegangan kursi anda.
Ini adalah pertama kali kami menyaksikan sebuah film Indonesia di mana semua departemen bekerja dengan kompeten. Akting, art, sinematografi, musik, sound. Sadar atau tidak, film ini telah dengan fatal telah menaikkan benchmark film Indonesia. Gw ngeri untuk masuk ke bioskop untuk menonton film Indonesia berikutnya. Ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa, terlepas dari beberapa kelemahan teknis yang gw yakin disebabkan oleh bujet.
gw ndak sabar menunggu apa yang akan dibuat Joko Anwar berikutnya. Untuk itu, gw mengucapkan untuk KALA dan untuk semua yang terlibat dalam pembuatan film ini: SALUT!



kita liat cuplikannya yu'...




Sutradara/Skenario: Joko Anwar
Pemain: Fachri Albar, Ario Bayu, Shanty, Fahrani, Tipi Jabrik, Arswendi Nasution, Frans Tumbuan, Jose Rizal Manua, Rima Melati, Sujiwo Tejo.
Director of Cinematography: Ipung Rachmat Syaiful
Art Director: Wencislaus
Costume Designers: Tania Soeprapto, Isabelle Patrice
Editor: Wawan I. Wibowo
Sound Designer: Khikmawan Santosa
Music: Aghi Narottama, Zeke Khaselli
Produksi: MD Pictures
Durasi: 102 menit

Powered By Blogger